Resensi Novel “The Gambler” Karya Dostoevsky

Kamu suka judi? Kalau pun bukan bermain judi, mungkin kamu suka film atau buku-buku yang berbau judi. Bukan buku cara tepat menebak skor bola atau buku tentang menang poker online, tapi buku fiksi yang menceritakan tentang perjalanan seorang penjudi.

Cerita tentang perjalanan hidup seorang penjudi bisa sangat menarik. Contohnya film “God of Gambler” yang dibintangi oleh Chow Yun Fat. Meskipun fiksi, film ini berhasil menghipnotis para penontonnya untuk percaya bahwa kisah dalam film itu bisa jadi sebuah kenyataan. Nah, kalau kamu suka cerita-cerita seperti itu, ada rekomendasi buku yang akan asik untuk kamu baca: The Gambler.

novel the gambler - dostoevsky

The Gambler Karya Fyodor Dostoyevsky

Novel ini diceritakan dari sudut pandang seorang guru yang terobsesi dengan muridnya dan di sisi lain, terus berkonflik dengan ayahnya yang seorang jenderal Rusia. Di dalam cerita ini, mereka sedang pergi berlibur ke sebuah kasino di sebuah kota fiksi bernama Roulettenburg, mencari cara untuk mengubah nasib, dengan pernikahan, juga dengan sebuah peluang.

Saat muridnya meminta sang guru untuk, “ambil uang ini, pergilah bermain rolet, dan menangkan untukku sebanyak yang kau bisa,” sang narator berjalan menuju sebuah meja judi menemui ajalnya sendiri.

“Aku telah diperintahkan olehnya-untuk memenangkan permainan rolet bagaimana pun caranya.”

Di akhir ceritanya, sang narator kemudian bangkrut, bertahan tanpa apapun kecuali harapan untuk tetap hidup “terus menerus gemetar oleh kegelisahan, bermain dengan taruhan yang kecil, menunggu sesuatu akan terjadi, berhitung-hitung, berdiri seharian di dekat meja rolet dan menonton permainan, bahkan bermimpi memainkannya di malam hari.”

Cerita fiksi karya Fyodor Dostoyevsky ini secara gamblang menguak tema yang cukup tabu tentang kecanduan seseorang terhadap judi rolet yang mana adalah kecanduan yang diderita oleh Dostoyevsky sendiri. Berbeda dengan karya Dostoyevsky lainnya, The Gambler tidak mengambil latar Rusia, melainkan Jerman.

adegan opera the gambler

The Gambler yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1867 ini, dengan cerdas menggambarkan tentang sisi lain dari kehidupan sosial para kalangan atas, skandal percintaan, dan awal dari kecanduannya terhadap kasino. Komposer Rusia ternama, Sergei Prokofiev membuat sebuah opera dengan judul yang sama, terinspsirasi dari novel karya Dostoyevsky ini.

Gaya Komedi yang Gelap dan Suram

Gaya penulisan novel ini secara keseluruhan terasa “kotor”, yang berasal dari kebiasaan Dostoevsky dalam tulisannya yang sering menggunakan komedi tentang tata krama.

Lucu dan muram bergantian digambarkan secara seimbang oleh Dostoevsky. Cerita ini digiring oleh sebuah kesadaran tentang perbedaan antara sisi vulgar sebuah perjudian yang hanya berkutat tentang uang dan pria-pria bangsawan yang terlibat di dalamnya di mana mereka tidak peduli dengan uang yang digelontorkan untuk perjudian ini.

Si Penjudi Dalam Perjudian

Dostoevsky bukanlah seorang penjudi yang hebat. Malah ia menulis cerita ini dalam waktu yang singkat karena ia harus membayar uang hutangnya yang dipakai untuk berjudi. Novel ini dipenuhi dengan beberapa detail kecil yang beberapa pembaca mengasumsikan bahwa itu adalah kisah nyata dari si penulis sendiri.

Untuk kamu yang menyukai perjudian atau hal-hal yang berbau atau bernuansa perjudian, kamu harus punya atau setidaknya membaca buku ini. Menarik sekali untuk melihat dan membayangkan bagaimana perjudian dilakukan pada pertengahan abad ke-18. Kesimpulannya, The Gambler adalah cerita yang bagus. Secara keseluruhan adalah buku yang menarik untuk dibaca, dan cocok untuk kamu yang ingin menambah wawasan di sisi sejarah dan psikologi.